Kebusukan Demokrasi: Anggota Parlemen Perancis Setujui Larangan Niqab bagi Muslimah, Penjara Bagi Suaminya!

Rabu, 15 September 2010 06:12 Redaksi

Syabab.Com – Perancis termasuk negara pengemban demokrasi dan kebebasan. Tetapi kita dapat menyaksikan hari ini, suguhan demokrasi dan kebebasan hanya bualan mereka. Lagi-lagi ide busuk ini menipu umat Islam. Bagi umat Islam, kebebasan itu tidak. Buktinya, untuk mengenakan cadar saja dilarang, padahal mengenakan cadar merupakan pilihan bagi seorang Muslimah.Baru-baru ini dikabarkan, anggota parlemen Perancis telah meratifikasi sebuah undang-undang pelarangan wanita untuk mengenakan cadar penutup wajah, meskipun aktivis hak asasi mengatakan aturan tersebut melanggar kebebasan pribadi dan agama.

Senat memberikan suara 246-1 mendukung RUU yang membersihkan majelis rendah, majelis nasional. Hukum akan berlaku jika Mahkamah Konstitusi tidak mempertanyakan legalitas.

Kaum Muslim berpendapat bahwa undang-undang itu akan mendiskriminasikan penduduk Muslim Perancis, yang telah menghadapi meningkatnya tingkat Islamofobia. Begitu berlaku, hukum akan membolehkan pemerintah menangkap wanita baik-baik yang menantang larangan tersebut.

Seorang wanita yang mengenakan cadar akan dikenakan denda sebesar EUR 150 (USD 195) atau pembelajaran tentang kewarganegaraan. Seorang pria yang memaksa seorang wanita pergi mengenakan cadar akan didenda USD 30.000 dan penjara.

Perancis merupakan negeri berpenduduk Muslim terbesar diantara 27 negara anggota Uni Eropa. Hampir 10 persen dari 62 juta orang yang tinggal di Perancis memeluk Islam.

Pada bulan Juni, anggota Majelis Parlemen Dewan Eropa (PACE) dengan suara bulat memilih menentang setiap larangan umum terhadap burqa atau niqab di Eropa, mengatakan bahwa wanita Muslim harus bebas memilih pakaian mereka.

Demikianlah, kaum Muslim di Barat menghadapi berbagai macam penindasan. Jika di Barat kaum Muslimah yang ingin memenuhi seruan Allah harus berhadapan dengan ujian pelarangan, lalu atas dasar apa, kaum Muslimah di negeri ini malah mengikuti ide kebebasan dengan sesuka hati mengumbar aurat hingga menjadi terhina?

Sekali lagi kita menyaksikan kepalsuan demokrasi dan kebebasan yang telah menipu umat Islam. Di negeri-negeri Muslim mereka memaksakan demokrasi untuk dianut oleh umat Islam, sementara kaum Muslim yang ingin berpegang teguh dengan malah dilarang. Karena itu, tak layak bagi seroang muslim membagakan ide barat tersebut. Sudah semestinya kaum Muslim mencampakkannya dan kembali hanya kepada pangkuan syariah yang berasal dari Tuham Pencipta alam semesta ini.

Sangat jelas, kaum Muslim hanya membutuhkan kesatuan politik, melalui Daulah Khilafah yang akan menerapkan syariah dalam sendi-sendi kehidupan. Pada saat itulah, kaum wanita akan benar-benar mulia. Khilafah juga yang akan menyatukan kaum Muslim sedunia dan menghentikan segala penindasan atas umatnya. Insya Allah, tak akan lama lagi! [m/prstv/syabab.com]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: