TASIK BERSYARI’AH

TASIK BERSYARI’AH

TONGGAK PERJUANGKAN ISLAM KEMBALI

“Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan”.

Negara Khilafah Islam

Negara Khilafah Islam

Mudah!… itu kata yang tepat untuk menjadikan Tasikmalaya menerapkan aturan Islam seperti di Aceh, bahkan lebih dari itu.

Mengapa?

Karena dari kultur, keyakinan penduduknya, basisnya ormas Islam, pusat sekaligus gudangnya pesantren di Jawa Barat, dan sebutan “Tasik kota Santri” sudah terkenal sejak dulu. Bahkan hanya di Tasik saja kitab-kitab pesantren diajarkan d iseluruh lapisan masyarakatnya, mungkin karena saking banyaknya ulama yang berkiprah di sana, walaupun mereka tidak mempunyai pondok pesantren. Subhanallah…

Hanya di Tasik seorang calon penguasa mesti punya tiket dari para Ulama dan para pimpinan pesantren terkemuka. Itulah kultur politik yang berkembang di sana wajib direstui oleh para Kyai dan Ulama. Belum lagi wakil-wakil rakyatnya, yang notabene jebolan pesantren, ya paling tidak mereka adalah orang-orang yang punya basic Islam yang lumayan.

Apalagi yang kurang?!

Ini dia permasalahannya…

· Islam masih dianggap sebatas ritual religi.

“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu”.

Itulah yang terjadi, sebagian besar masyarakat masih menganggap Islam hanya sebatas hablum minallah dan hablum binafsih. Sebab hablum minannasnya sudah lama dikotomi oleh penjajahan asing baik imperialisme gaya lama ataupun imperialisme modern seperti saat ini.

Renungkan saja oleh kita, apakah kita tahu sejak kecil kalau Islam itu punya aturan yang lengkap? Yang mengatur perekonomian negara bebas krisis, yang mengatur hukum dan peradilan bebas kkn, yang mengatur ketatanegaraan dan pemerintahan yang teruji selama lebih dari 14 abad, juga yang mengatur tata pergaulan masyarakat rusak menjadi beradab, dan jangan lupa! Sistem kemiliteran kita mampu memberi rasa gentar kepada musuh-musuhnya dan sekaligus membebaskan dua pertiga belahan dunia ini dibawah kesejahteraan Islam, karena tabi’at Islam adalah rahmatan lil’alamin.

· Pendidikan yang Sekuler

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan: “Kami beriman kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian (yang lain)”, serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (iman atau kafir)”,

Sejarah peradaban Islam saja kita tidak diajarkan di sekolah umum, sedangkan sekolah-sekolah di bawah Depag tidak utuh mengajarkan Islam dan banyak pemelintiran sejarah di dalam kurikulumnya.

Kita lebih tahu Revolusi Eropa dengan Revolusi Industrinya daripada Revolusi Islam yang dilakukan oleh Baginda Rasulullah Muhammad SAW, kita hafal sekali Penemu dan Ilmuan Barat dibandingkan Ibnu Sina “Bapak Kedokteran Dunia” yang hasil karyanya menjadi rujukan wajib bagi para calon dokter selama berabad-abad, belum lagi Al-Khawarizmi peletak ilmu matematika didalam kitab Al-Jabbar dan yang menemukan angka 0 (nol), dan masih banyak lagi Ilmuan Islam lainnya baik dibidang sains dan teknologi maupun dibidang syari’ah.

Wajar saja kalau kita awam tentang Islam, toh kita dididik dengan kurikulum Sekuler, yang sengaja ditanamkan oleh Kafir Barat agar Islam dan Umatnya tidak bangkit kembali.

Soalnya mereka takut kalau Umat Islam sampai bangkit!

· Pemahaman Islam yang keliru

Nah buah dari pendidikan sekuler itulah akhirnya kita dan umat Islam diseluruh dunia tidak faham tentang Islam sejatinya. Sebaliknya kita berfikir Islam yang menjadi penghalang kemajuan dan kemodernan kita saat ini, karena kita menganggap aturan Islam itu membatasi kebebasan, mengajarkan kekerasan, diskriminasi, kuno, pokoknya ketinggalan jaman. Yang sebenarnya kitalah yang menuju kebangkrutan yang nyata di dunia ini, apalagi diakhirat nanti.

Semua itu diperparah dengan gencarnya opini tentang kejelekan Islam di berbagai mas media, tambah kaburlah pemahaman kita tentang Islam. Subhanallah…

“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah Itulah petunjuk (yang benar)”. dan Sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, Maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.

Langkah Pasti Menuju Tasik ber-Syari’ah

Karena potensi dan kekurangan kita sudah diketahui, tinggal mengambil langkah maju kedepan, yaitu:

· Berdayakan potensi yang ada

Susun barisan komponen umat yang sudah beragam di Tasikmalaya untuk siap menerapkan Islam secara kaafah. Caranya:

o Ajarkan Islam apa adanya

Jangan ragu mengatakan kalau Islam punya sangsi yang tegas bagi para pelanggar hukum, tegaskan pula Islam punya sistem paling canggih mensejahterakan seluruh manusia, tidak melihat lagi didalam memberikan hukuman ataupun kesejahteraan itu seorang Muslim ataupun Non Muslim.

o Gunakan cara praktis mengajarkan Islam

Mudahkanlah para pencari ilmu itu memahami Islam di dalam meng aplikasikannya dikehidupan nyata bukan sebatas teori saja, ambillah contoh peristiwa kekinian agar mudah diingat, dan berikanlah solusi Islam atas peristiwa-peristiwa itu. Terapkan metode pengajaran Islam ini di lembaga-lembaga pendidikan formal baik umum atupun diniyah, begitu juga lembaga non formal seperti pesantren, majelis taklim dan lainnya. Mudahkan?…

o Islam itu sempurna, maka Jelaskan kesempurnaan Islam

Jangan dikotomi khazanah ilmu Islam yang sudah lengkap dan tersusun rapi ini. Karena solusi yang dibutuhkan masyarakat saat ini beragam, maka wajib bagi para Guru, Ustadz, Ajengan, Ulama bahkan Kiyai berijtihad menjawab sekaligus menyelesaikan permasalahan umat saat ini secara totalitas.. tas …tas. Jadi sejatinya para pengajar harus ekstra menguras pikirannya untuk bisa melatih nalar para muridnya agar bisa menjadi seorang mujtahid yang handal! Ya minimal menjadi muqollid muttabi’, syukur-syukur menjadi mujtahid mas’alah.

o Sempurnakan dengan membawa mereka kemasa keemasan Islam

Tidak ada salahnya kita bawa alam pemikiran masyarakat kemasa dimana Islam diterapkan secara totalitas, sekaligus meluruskan sejarah yang ternoda oleh ulah Kafir Barat yang telah mendeskreditkan Islam. Bahkan sejarah adalah pelajaran berharga bagi umat ini agar ada gambaran yang jelas bagaimana Islam diterapkan secara keseluruhan dalam sebuah naungan Negara yaitu Khilafah Islamiyah. Adapun penyelewengan penerapan Islam dimasa lalu hendaklah jadi pemicu agar jangan terjadi lagi dimasa yang akan datang. Berikanlah semangat seperti semangatnya para Nabi, Shahabat, Mujahiddin, Syuhada dan para Khalifah yang mulia, yang terus memperjuangkan tertegaknya Kalimah Allah di muka bumi ini.

· Gunakan senjata musuh untuk menyerang balik

“Dan (ingatlah), ketika orang-orang kafir (Quraisy) memikirkan daya upaya terhadapmu untuk menangkap dan memenjarakanmu atau membunuhmu, atau mengusirmu. mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu. dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”.

Ekstrim? Tapi perlu diketahui, mereka yang memendam dendam mendalam terhadap Islam sungguh telah membuat persengkongkolan terbesar didalam sejarah!, mereka betul-betul telah menguras pikiran, tenaga, harta, bahkan nyawa untuk satu tujuan, yaitu menghancurkan Islam dan Umatnya sehancur-hancurnya. Untuk itulah mereka tidak akan ridlo kalau Islam dan Umatnya bangkit, karena pengorbanan mereka selama ini akan sia-sia, sebaliknya mereka tidak akan berhenti sedikitpun untuk terus-menerus menghinakan Islam dan Umatnya, bahkan mereka telah banyak merekrut pemuda kaum Muslimin untuk menjadi agen mereka yang akan memecah belah persatuan kaum Muslimin sekaligus menghujamkan pemikiran Barat dengan mengatasnamakan Islam itu sendiri.

Oleh karena itu kita gunakan cara mereka untuk mengembalikan kejayaan Islam kembali, toh memang Rasulullah pun menggunakan cara seperti ini.

o Membina kembali masyarakat dengan pemahaman Islam yang utuh dan menyeluruh.

“Hai orang yang berkemul (berselimut), Bangunlah, lalu berilah peringatan!”

Untuk itu diperlukan para kader dakwah yang akan mempercepat proses memahamkan umat ini kepada aturan Islam.

o Serang balik ghazwul fikri (serangan pemikiran) waghozwul tsaqofi (serangan budaya) dari Barat.

“Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik”.

Yaitu dengan membongkar konspirasi Barat dan antek-anteknya di negeri-negeri kaum muslimin, dan kritisi setiap kebijakan yang ada dengan solusi Islam. InsyaAlllah kepercayaan umat terhadap Mabda (Ideologi) Islam akan kembali, sekaligus kerinduan Umat untuk hidup kembali di bawah naungan Islam semakin nyata.

o Mudahkanlah Umat untuk memberikan kepercayaannya terhadap Kelompok Dakwah.

Maka sejak awal harus ada segolongan umat baik itu jamaah, harakah, ataupun partai politik yang memperjuangkan tertegaknya Islam dan kaum Muslimin, tentunya yang bertujuan melanjutkan kehidupan Islam, Sehingga dengan kelompok dakwah inilah sudah disiapkan konsep tata cara pelaksanaan pengaturan sebuah negara Islam bauik berupa konsep Dustur (UUD) dan Qonun (UU) sekaligus sudah menyiapkan kader-kader umat yang terbina dengan tsaqofah Islam yang mantap.

o Siapkan Umat untuk menjalankan Islam secara totalitas.

Tahapan akhir ini bisa berhasil jika tiga markalah (tahapan) sebelumnya telah dilakukan dengan baik dan tentunya revolusi berfikir yang membuahkan Negara Khilafah Islamiyah terwujud. Insyaallah…

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: